apa itu syok ?
Syok merupakan keadaan gagalnya sirkulasi darah secara tiba-tiba akibat
gangguan peredaran darah atau hilangnya cairan tubuh secara berlebihan.
Sirkulasi darah berguna untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke
seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang sudah tidak diperlukan.
Oleh karena itu, kegagalan sirkulasi sangat berbahaya dan dapat
mengakibatkan kematian.
Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah,
pelebaran pembuluh darah yang abnormal, dan kehilangan volume darah
dalam jumlah besar. Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari
tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah
tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih).
Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga
fungsi normalnya. Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal
seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah
normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama, CRT (untuk
bayi dan anak-anak). Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali
karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal.
Pada tahap dekompensasi, tubuh tidak mampu lagi mempertahankan
fungsi-fungsinya. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga
organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan,
tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru.
Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang
hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin,
pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu.
Jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah
akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah
dan denyut jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran
darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati
dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun
ginjal. Tahap ini disebut tahap ireversibel. Walaupun dengan pengobatan
yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan
tidak dapat diperbaiki.
Kekerasan merupakan penyebab tersering dari syok, (maksudnya perdarahan
hebat karena benda tajam). Dalam penanganan syok, istilah “Golden Hour”
menandakan waktu yang diperlukan mulai dari cedera yang dialami hingga
pasien berada di meja operasi. ”Golden Hour” ini adalah waktu kritis
atau waktu optimal untuk memberikan pertolongan kepada pasien dengan
syok sehingga pasien dapat sembuh tanpa adanya cacat atau kelainan yang
berarti.
Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama
dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
1. Danger à melihat keadaan sekitar apakah berbahaya, baik untuk
penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah
kobaran api)
2. Jaga jalan napas korban (sesuai dengan cara yang dibahas di materi RJP)
3. Cegah perdarahan yang berlanjut dengan balut tekan dan peninggian
4. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi
5. Jaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut)
6. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu
bantuan medis tiba. Periksa kembali denyut jantung suhu dan pernapasan
korban setiap 5 menit.
Macam-macam syok yang paling berbahaya :
Syok anafilaktik
Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat terhadap protein asing,
baik yang berasal dari obat-obatan, serangga, ataupun makanan. Syok
anafilaktik tergolong kegawatdaruratan dan karena itulah maka penanganan
segera perlu dilakukan untuk mencegah kematian.ii
Gejala-gejala yang dialami korban :
Kulit :
* Hangat, rasa tertusuk pada mulut, wajah, dada, kaki dan tangan
* Gatal, kemerahan
* Bengkak pada lidah, wajah, tangan dan kaki
* Kebiruan
* Pucat
Saluran pernapasan :
* Bengkak pada mulut, lidah atau tenggorokan yang menghalangi jalan napas
* Nyeri, rasa diremas di dada
* Batuk, hilang suara
* Suara napas berbunyi, mengorok
Sirkulasi :
* Peningkatan denyut jantung
* Penurunan tekanan darah
* Pusing
* Sulit tidur
Gejala umum :
* Gatal, mata berair
* Sakit kepala
* Penurunan kesadaran
Tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Lakukan tindakan pertolongan awal. Persiapan Bantuan Hidup Dasar
2. Pemberian oksigen murni (jika tersedia)
3. Pemberian obat-obatan seperti suntikan epinefrin atau antialergi (tergantung peraturan daerah setempat)
Jika syok yang terjadi disebabkan oleh sengatan serangga maka tindakan
pengikatan di antara tempat gigitan dan jantung dapat dilakukan untuk
mencegah racun serangga masuk ke dalam peredaran darah menuju jantung.
Posting Komentar